Bang Bing Bung yuk kita nabung!

Bang Bing Bung yuk kita nabung,

Tang Ting Hey Jangan dihitung,

Tahu tahu kita nanti dapat untung..

 

Demikianlah sepengal lirik dari lagu anak-anak jaman 90-an.

Menabung merupakan salah satu cara agar kita dapat memenuhi keinginan kita.

Sekarang ini menabung tidak hanya membuka rekening di Bank, tapi juga bisa melalui produk perbankan lainnya, yakni deposito.

 

Deposito merupakan salah satu produk penyimpanan uang di bank dengan sistem penyetoran dan juga penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu. Berbeda dengan tabungan yang biasanya yang bisa Anda akses kapanpun, deposito akan mengenakan sejumlah potongan atau penalti pada tabungan Anda apabila Anda memaksa untuk mengambilnya sebelum jatuh waktunya.

 

Waktu pengambilannya variatif bisa Anda pilih dari 1, 3, 6, 12, atau bisa juga 24 bulan. Kelebihan utama dari memiliki deposito adalah tingkat suku bunga bank yang diberikan lebih besar daripada produk tabungan biasa, oleh sebab itulah sebagai gantinya Anda tidak diperbolehkan mengambil uang tersebut dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

 

Jangka waktu pengambilan deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis dengan menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over). Dengan sistem tersebut, ketika deposito Anda sudah jatuh tempo akan diperpanjang dengan sendirinya sampai si pemilik mencairkannya.

 

 

Namun deposito sendiri juga memiliki kelebihan dan kekurangan;

Kelebihan dari deposito:

 

Sarana Investasi yang Baik

Deposito merupakan salah satu sarana berinvestasi yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

 

Suku Bunga Lebih Tinggi

Daripada hanya menaruh uang Anda di tabungan biasa, suku bunga deposito lebih tinggi daripada tabungan biasa. Sehingga nasabah yang mendepositokan tabungannya dapat mengharapkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada hanya menyimpan uang di rekening tabungan biasa.

 

Resiko Kerugian Kecil

Selain terlindung dari risiko fluktuasi pasar, deposito di Indonesia juga dilindungi oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) yaitu lembaga yang akan menjaga uang yang disimpan oleh nasabah. Jadi, apabila bank tempat nasabah menyimpan uang mengalami kebangkrutan, maka lembaga tersebut akan menjamin dana setiap nasabah hingga Rp 2 Milyar dengan suku bunga maksimal 7,5% di setiap bank, dengan catatan bank yang Anda gunakan terdaftar dalam LPS.


 

Kekurangan dari deposito:

 

Setoran awal cukup besar

Jika tabungan biasa, Anda bisa membuka rekening dengan uang yang sangat minim (misalnya Rp 500,000), untuk deposito, Anda harus mempunyai uang yang lebih besar daripada itu. Setiap bank mempunyai standar masing-masing, dari mulai Rp 8 Juta sama Rp 10 Juta.

 

Imbal Hasil Rendah

Memang deposito adalah bentuk investasi yang paling aman diantara yang lainnya, namun sebagai gantinya imbal hasil yang bisa diberikan dari deposito tergolong rendah atau paling rendah diantara bentuk investasi lainnya.

 

Akses Terbatas

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, uang yang telah didepositokan oleh nasabah pada pihak bank tidak boleh diambil sebelum jatuh tempo. Apabila nasabah terpaksa ingin mengambil uang tersebut, maka uang yang didepositokan akan terkena potongan penalti.